Thursday, September 24, 2026

rinduku

Saya adalah orang yang tidak pernah membuat status dengan caption Indahnya Kebersamaan seperti orang-orang generasi denganku Aku melihat banyak sekali orang yang membuat postingan dengan caption seperti itu Setidaknya di lingkungan orang-orang yang berteman denganku dan foto yang ditampilkan adalah foto sedang gathering atau sedang acara bersama dengan orang-orang seusianya pada kegiatan-kegiatan yang aku tidak pernah mengikutinya misalnya semacam arisan pengajian ibu-ibu atau sekedar kumpulan teman lama seangkatan dalam artian reuni kecil-kecilan pokoknya mereka yang seusia bisa jadi adalah satu komunitas tertentu Entahlah apapun itu lalu mereka mengadakan pertemuan bermain jalan-jalan ke tempat wisata umumnya dan membuat foto bersama lalu captionnya Indahnya Kebersamaan.

Saya tidak pernah seperti itu karena saya tidak punya komunitas hari-hari saya sejauh ini memang termasuk sibuk Mungkin kesibukan yang aku buat sendiri kesibukan yang memang menjadi bagianku bagian kehidupanku sehari-hari sebenarnya dari dulu hanya makin ke sini aku merasa makin menikmati Saya hanya hidup berdua nyaris 24 jam selalu bersama baik di rumah di kamar di ruang tamu di ruang makan di ruang kerja atau ketika bepergian pasti selalu bersama 24 jam.
Jujur saja kadang Saya merindukan kesendirian bukan kebersamaan dengan orang-orang seumuran Saya merindukan melakukan hal-hal yang itu akan saya nikmati dalam kesendirian entah itu Saya memutar musik kesukaan saya entah itu saya melakukan aktivitas hobi seperti menjahit atau menulis pokoknya di depan komputer gitu atau menjahit dan menjahitnya pun menjahit yang saya suka bukan menjahit pesanan orang yang dikejar-kejar deadline dengan waktu yang sangat mepet atau di komputer tapi sedang mengerjakan pesanan desain dengan ketentuan yang sangat ketat waktu yang mepet dan sebagainya tidak saya ingin melepaskan diri dari rutinitas seperti itu ingin menikmati diri sendiri itu yang saya tidak punya selama ini Saya merindukan diri saya sendiri hadir dalam keheningan Saya bisa melakukan apapun yang saya sukai yang bentuknya adalah merefleksikan apa yang ada di dalam diri tanpa dikomentari tanpa terdesak harus segera mengurus hal yang lain Entahlah saya memang ingin merdeka dalam waktu tapi ternyata itu adalah impian bukan sesuatu yang mudah Bagaimana melepaskan diri dari kebersamaan 24 jam untuk bisa menikmati waktumu sendiri itu problem pertama yang kedua saya sesering menyelipkan keinginan itu di sela-sela waktu kesibukan yang lain tapi Tentu saja tidak sempurna kesendirian yang di cafe tidak 100% tapi penuh kewaspadaan sewaktu-waktu dipanggil sewaktu-waktu diminta bantuan sewaktu-waktu ini itu selalu saja ada iklannya Akhirnya saya mengambil waktu dini hari sekitar jam 2 atau setengah tiga dini hari saya sudah bangun sudah menyelesaikan sholat tahajud lalu saya di depan komputer di kantor saya keheningan malam itu indah sekali buat saya saya merasa tenang apapun yang saya kerjakan merasa nikmat enak nah saya ingin waktu seperti itu itu lebih panjang Karena prakteknya saya hanya memperolehnya sekitar 2 jam Jadi kalau dari jam 02.00 maka sampai jam 04.00 kalau dari setengah tiga ya juga sampai jam 04.00 Kenapa Jam 04.00 karena itu batas saya melakukan salat fajar tidak lama kemudian saya melakukan salat qobliyah subuh lalu masuk salat subuh dan selesai salat subuh kadang saya bisa kembali ke komputer lagi dengan menikmati waktu itu tapi lebih seringnya tidak bisa karena saya harus mulai aktivitas rumah tangga bikin minum bikin sarapan makan pagi itu berantem lalu begitu siang setelah selesai sarapan ada waktu tapi timingnya udah berbeda udah berbeda sama sekali berbeda jadi Saya merindukan jam tengah malam itu lebih panjang tanpa gangguan artinya saya berada dalam keheningan dan saya ingin memutar musik pelan lalu saya melakukan aktivitas yang saya suka entah membereskan website entah menulis tentang merancang gambar atau bahkan mungkin menjahit sesederhana itu ya Allah mudahkan kabulkan amin amin amin ya robbal alamin

Thursday, September 3, 2026

akhir Agustis di Jih

mode "ngukruk' ON, alias batuk beruntun apalagi malam hari..nyaris tanpa jeda sampai pagi.
akhirnya mau gak mau ke JIH.

Friday, August 28, 2026

Lagan

Saya mau mengevaluasi tentang acara kemarin yang baru saja kita laksanakan dan Alhamdulillah selesai dengan baik dan lancar Meskipun begitu menyusahkan beberapa catatan yang mungkin untuk kita pelajari dan semoga kalau ada acara lagi yang sejenis ini di ke depan kita menjadikan ini pelajaran supaya tidak terulang kembali 
1 kita merencanakan menu dah dari jauh hari dan sampai hari h-nya sepertinya persiapan kurang matang karena semuanya berjalan hanya di hari itu untuk persiapan masak jadi ke pasar pagi-pagi hari itu semuanya ada dan baru dimasak,
2. Yang kedua karena menjelang acara untuk besok ketika kami sebagai yang punya memfollow up  dan mengecek persiapan tentang siapa yang akan bekerja dan sudah sejauh mana persiapan yang dilakukan Ternyata banyak hal mendadak yang terjadi diantaranya ada satu personil yang tidak bisa ikut bekerja karena kebetulan di tempatnya sendiri juga sedang ada acara masak-masak akhirnya agak kalang kabut Pada malam harinya Kita harus mencari 2 personil pengganti Kenapa dua karena dua-duanya adalah orang terdekat yang potensial yang Ya sudah kami memutuskan pokoknya dua-duanya ikut duit jadi satu orang mundur tapi kita ganti dengan dua orang yang lain lalu ketika kami mengecek persiapan belanja ternyata belum ada sudah ngecek persiapan yang bahan baku tapi tidak menunggu belanja pun juga semuanya belum siap dan semuanya baru ada di malam hari oke sampai pagi hari kita mulai berdatangan menunggu yang dari pasar pulang saya kebagian mengupas bawang putih kakak saya mengupas bawang merah adik saya agak kurang enak badan jadi dia istirahat tidur ketika yang datang yang dari pasar baru lah semuanya mulai dikeroyok pekerjaannya nah ada beberapa menu yang agak berbeda dari ekspektasi kita kita udah jauh-jauh hari pesen dengan membayangkan Seperti apa nanti hasilnya enaknya karena itu makanan-makanan nostalgia yang kita pesan makanan yang bukan sehari-hari buat kita dan agak sulit kalau didapatkan sehari-hari maka kami memandangnya itu sebagai suatu keistimewaan ternyata pas pelaksanaannya ada beberapa hal yang kami kurang cocok sesungguhnya kita komplain tapi cara kita komplain itu mungkin terlalu halus sehingga dijawab dengan kakaknya ya udah terlanjur atau Ya udah nggak apa-apa Oke kami hanya manut saja ya gimana kami nggak seperti apa ya mereka berjalan sendiri begitulah tidak mengikuti arahan kami lagi akhirnya Setelah matang baru kami bisa Apakah sesuai ekspektasi atau tidak Dan ternyata memang tidak seperti yang diharapkan salah satunya makanan andalan yaitu pelasu urang atau pelas udang idealnya ini dibuat dengan Kenapa parut yang masih muda dan udang kupas yang dicincang kasar. Tapi yang terjadi rupanya yang membuat bumbu menggunakan mode irit udangnya masih ada kulitnya dan kepalanya masuk Padahal kita ingin yang premium di mana udangnya bersih tidak ada kepala tidak ada kulit lalu dicincang kasar agak ada yang halus gitu lalu di bagian bumbu seharusnya tidak menggunakan kunyit hanya bumbu ringan gitu Eh ini pakai kunyit dan cukup banyak pula sehingga terlalu berasa Dan ini menjadi tidak natural gitu tidak seperti rasa yang kita bayangkan kita udah komplain belum di jadikan ketika masih dalam persiapan bumbu kita udah komplain bahwa tidak pakai kunyit tapi dianya ngeyel Biarin aja ini udah terlanjur katanya bahasa itu kami tidak bisa mentolerir tapi juga tidak bisa bertindak pegas gitu akhirnya ya kami agak kecewa dengan hasilnya satu itu yang kedua ada masakan sambal goreng kentang kami inginnya yang premium kelasnya tentang full syukur-syukur dicampur ada hati atau apa gitu Eh ini dicampurnya dengan wortel sesuatu yang tidak lazim buat kita kita mempertanyakan enggak usah pakai tapi setelah jadi tetap pakai ternyata ya dua pohon itu karena agak kecewa itulah catatan dari acara masak di haul 2 tahunnya ibu