Mengawali pagi dengan membidik pohon musimku dari balik jendela. Aku memperhatikannya dalam diam, daun-daunnya masih setia pada vibes warna musim gugur—belum sepenuhnya pergi, belum pula berganti. Seperti waktu yang sedang menahan napas, memberi jeda sebelum melangkah ke fase berikutnya.
Dari balik jendela ini, aku belajar menikmati jarak. Tidak harus berada di luar untuk bisa merasa dekat. Cukup memandang, cukup menyadari, cukup hadir. Pagi tidak menuntut apa-apa selain kesediaan untuk melihat dan merasakan.
Selamat pagi dari balik jendelaku—tempatku berdiri hari ini, menyapa dunia dengan tenang, tanpa tergesa, sambil membiarkan hidup berjalan pada musimnya sendiri.