Sunday, January 27, 2019

aneh


Ketika orang-orang yang kita percayai ternyata benar-benar tidak bisa dipercaya, lantas apa yang sebaiknya kita lakukan? 
yang jelas tentu serta merta kita menjadi tidak percaya lagi kepada mereka. Kemudian hilang sedikit "mood" kita terhadap mereka, kemudian mungkin secepatnya mengambil jarak dengan mereka, dan berikutnya mungkin mundur teratur dan berharap tak pernah ada hubungan lagi dalam bentuk apapun dengan mereka.

Entah benar entah tidak, entah baik atau tidak setidaknya itulah yang terpikirkan pertama-tama ketika kita mengalami kekecewaaan.
Berikutnya barulah mencoba "membedah" nya dalam analisa-analisa sunyi...

Mengapa??? ini adalah bagian yang paling pertama kita butuhkan.
Masalahnya ini tentang suatu komunitas yang bukan hanya terjadi dengan satu atau dua orang, namun lebih dari 5 orang!dan survey ku membuktikan bahwa jabatan, dan reputasi serta kebesaran nama seseorang ternyata tak selamanya bisa menjamin tidak akan menimbulkan kekecewaan bagi orang lain, sehubungan dengan perilaku dan tindakannya.
Amanah yang seharusnya dijaga teguh ternyata tak nampak dalam aplikasinya. Sikap konsisten yang menopang suatu dedikasi dan kebesaran diri seolah bukan sesuatu yang penting untuk diperlakukan, dan satu lagi tentang kejujuran...entah apa yang dimaknainya sampai begitu mudah dikesampingkan. aneh !
Benarkah kepercayaan dan rasa hormat harus berubah menjadi kecewaan yang menjurus pada benci? subhanallah...***Jogja 8Agustus2012

Thursday, January 24, 2019

Sudut sunyi




Istilah Ngopi biasanya identik dengan kebersamaan, ngobrol-ngobrol, tukar pikiran,diskusi,dan sebaginya, tapi bagiku ngopi identik dengan kesendirian. Ya, aku selalu sendirian. Dulu aku bukanlah orang yang suka sendirian atau menyendiri, meskipun tak banyak tapi aku punya teman bicara yang mampu membuatku lega karena interakfif, ada pemahaman meskipun kadang beda referensi, beda pendapat dan beda prinsip, tapi pikiran dari masing-masing kita yang berbeda seolah terakomodir dengan baik dengan bingkai pertemanan dan persahabatan. 

Rasanya aku masih orang yang sama, tak suka diam, cenderung suka olah berbicara dan tukar pikiran dalam 'membaca' situasi dan kondisi terkini, istilah kerennya jadi pengamat ! yach, pengamat apa saja...sosial,ekonomi,politik,budaya,teknologi, kuliner,dan fashion. Mengamati semua itu dan mengkritisinya terasa asyik bagiku, lebih asyik lagi kalau ada partner bicara, atau partner dalam komunikasi tulisan. Tapi aku tak memilikinya kini. Bukan mauku, bukan aku tak bisa mendapatkannya, tapi karena aku merasa kini duaniaku dibatasi.

Banyak dalil yang diberikan untuk membenarkan pembatasan atas duniaku itu,paling kental konon adalah karena alasan keyakinan*. Tapi menurutku yang sebenarnya adalah bukan itu, melainkan karena tak ada kepercayaan sehingga seratus persen didominasi oleh kekhawatiran. just simple, sampai disitulah jangkauannya*, dan tiada kata lain selain harus patuh.
Baik, kembali ke kopi ku sebelum keburu dingin, keinginan untuk mengeluarkan isi hati, uneg-uneg, pemikiran,idea atau apapun itu jika tersumbat* rasanya nyesek, ingin berontak, protes,menuntut,bla-bla-bla....Tapi jika tetap tak mampu menuntuhkan gunung es yang menjulang tinggi lantas mau apa? apakah menjadi frustasi adalah solusinya?lalu marah-marah tak karuan, lalu acuh, cuek dan semau-maunya?

Bagiku semua itu bukan pilihan, karena itulah aku mlipir disini, di sudut sunyiku, untuk berbicara* sendiri, melalui tulisan yang tidak interaktif karena aku tak pernah tahu apakah akan ada yang membacanya.
Sekiranya ada yang membaca hingga akhir tulisan ini, saya akan merasa sangat lega sekiranya berkenan sedikit meninggalkan jejak di kolom komentar, setidaknya agar aku mengetahui bahwa aku masih terkoneksi* dengan dunia....terimakasih sangat untuk sebelum dan sesudahnya ***Ann-Jk,25012019

Monday, December 24, 2018

Libur Natal 25 Desember 2018

Hari ini 25 Desember 2018
Pas umat kristiani merayakan hari natal
galau ku adalah boleh tidaknya mengucapkan selamat natal?
sebagian ulama mengatakan haram, tapi sebagian yang lain tidak mengharamkan
beberapa teman muslim yang notabene cukup ilmu keIslamannya dan cukup ilmu akademiknya santai saja mengucapkan selamat natal, tapi sebagian yang lain yang keilmuannya tampak tak seberapa justru paling keras mengharamkannya.
Polemik dan perdebatan tentang hal itu makin hari makin meruncing,toap tahun menjadi sorotan dan pembahasan. Masalahnya adalah karena kadang yang mengharamkan justru malah menghujat kelompok yang yang tidak mengharamkan, dikatakannya bahwa yang mengucapkan dikatakan sama saja dengan mengakui, dan ujung-ujungnya dianggap tidak Islam.

akhirnya kucoba mengurai itjihad-ku sendiri...yang tentu saja belum tentu benar dan sangat mungkin untuk salah, dan kemudian akan disalah-salahkan, dan boleh jadi akan dihujat pula.
dalam pandanganku keyakinan itu adalah ranag pribadi setiap individu yang tingkatannya sejalan dengan pemahaman, pengetahuan, tingkatan berpikir, pergaulan, latar belakang, latar depan, latar samping, dan sebagainya. Jadi seseorang tidak bisa dan tidak ber hak meng justifikasi atau bahkan memvonis orang lain tentang tingkatan keyakinannya, apalagi langsung membatalkan ke Islam-an orang lain, atau menuduh bahwa karena sesuatu tindakan (baca:sikap) maka serta merta orang tersebut dinyataklan bukan Islam, apalagi menuduh orang lain kafir, musrik,dsb. Istilah itu ada untuk menyatakan suatu kondisi atau keadaan, bukan untuk menuduh atau mengjustifikasi orang lain.
sementara begitu dulu ya.....***Jogja 25Des2018