Wednesday, January 2, 2013

Gerimis senja 01

Gerimis senja selalu melankolis, tetesan air hujan satu per satu jatuh menyentuh bumi, suaranya seperti denting harpa dari kejauhan...nyaris tak terdengar, kecuali dedaunan yang bergoyang tertiup angin sambil mengibaskan jatuhnya setetes air.

Ada sendu di gerimis senja, namun aku sangat menyukainya karena ada damai disana, seperti buku harian yang selalu siap menerima curahan kita, begitupun pada gerimis senja seolah semua yang pernah tercurah tertata dan tersimpan sangat rapi, sehingga setiap kali gerimis senja menjelang tak ubahnya seperti bernostalgia pada relung yang paling dalam.
Gerimis senja tak pernah lama, tak pernah sampai terlena karena sebelum puas menikmatinya selalu malam telah merenggutnya, meskipun gerimis belum berakhir....

No comments:

Post a Comment