Untuk satu hal yang sama, faktanya bisa menjadi berbeda antara menurut saya, menurut anda, menurut dia, ataupun menurut mereka, artinya suatu fakta itu bisa tergantung siapa yang memandang dan dari sisi mana, dan dari sudut mana memandangnya.
Begitu juga untuk stu fakta yang sama, bisa menghasilkan persepsi dan sudut pandang yang berbeda-beda
Kebanyakan dari kita dikarenakan suatu keterbatasan umumnya hanya mampu memandang sesuatu hanya dari satu sisi saja, yaitu hanya menurut persepsi kita, yang dipengaruhi oleh cara pikir, cara pandang, kemampuan jarak pandang , pengalaman, tingkat emosional ,tingkat kedewasaan dan lain-lain.
Jadi bahwa untuk satu hal yang sama faktanya bisa menjadi berbeda-beda, ini belum tentang makna dan cara memaknai sesuatu. Bayangkan jika satu fakta saja bisa dimaknai bermacam-macam, dan bisa ditafsirkan secara berbeda-beda, bila tak disertai tingkatan emosional yang tinggi, maka kegaduhan dan kericuhan adalah suatu keniscahyaan.
Untuk itulah ada tata aturan, tata krama, tata pergaulan, tata bicara, tata bahasa, dan tata tata lainnya agar segala sesuatunya bisa tertata dengan baik dan benar, meskipun berbeda, semua lega, tidak ada yang tertekan, tidak ada yang teringgalkan, tidak ada yang terpinggirkan,dsb, pendek kata segala tata aturan itu untuk menyertakan semua pihak menjadi sama atau setara demi sebuah rasa yang disebut adil, dan saling menghargai untuk suatu kedamaian. So...tak perlu ada pertengkaran bila ada perbedaan, sesungguhnya perbedaan itu Rahmat, perbedaan itu indah, bukan hanya sebuah slogan. Selamat sore....gerimis senja *Kp24022019
No comments:
Post a Comment