Tuesday, May 21, 2019

Duku dalam pandangan




Kami makan buah duku bersama, karena bulan Ramadhan maka tak bisa langsung disantap setelah dibeli, lantas kumasukkan dalam kulkas, dengan maksud memperpanjang masa kesegarannya hingga saat berbuka atau saat makan sahur.
saatnya dihidangkan sebagian sudah ada yang berwarna gelap dan beberapa bahkan sudah menghitam tanda sudah makin matang dan layu (biasanya yang demikian justru makin manis meski bentuknya nampak kurang menarik).
me: makan yang tampilannya 'buruk' dulu, supaya tidak makin membusuk sehingga tersisa yang bagus-bagusnya saja. Ini karena latar belakang ibu rumah tangga yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya,
my son: makan yang bagus dulu, lama-lama akan jadi bagus semua....karena yang dimakan adalah yang terbagus, saat yang terbagus habis maka yang burukpun akan menjadi yang terbagus. (latar belakang bertahun-tahun hidup di kost bersama-teman-temannya)
Paitua: makan dan ambil yang bagus dulu, kalaupun tidak bisa habiskan maka yang tersisa hanya yang kurang bagus saja .....

No comments:

Post a Comment