Friday, May 17, 2019

momentum

01 Mei 2019

Mei adalah momentum,
Setiap Mei di timur gemanya sangat berbeda, tapi kini bukan hanya disana, dimana-mana diseluruh penjuru dunia dimana ada komunitasnya di situ ada dinamika, bukan hanya secara nyata melainkan di medsos pun tak kalah gemanya, seluruh penjuru dunia ikut mewarnainya, yaa....waktunya memperingati hari pahlawannya, meskipun tak berada di tanah leluhurnya, meskipun hidup jauh dari negeri asalnya, dengan berbagai cara yang mungkin bahkan tak ada di tempat lain.
Upaya menyanjung, mengagungkan, dan mengabadikannya dikemas sedemikian rupa untuk menyegarkan kembali gairah serta mengobarkan api semangat perjuangan para muda.
Obor adalah simbol lambang semangat juang, namun entah apa dasar dan bagaimana awal mulanya hingga dibuatnya ritual prosesi yang demikian itu. Yang jelas ritual simbolisasi ini menjadi pesta rakyat dengan kemeriahannya yang kemudian menjadi adat. Namun apakah hal itu sudah ikut berkontribusi bagi pengembangan wilayah dan masyarakatnya? mungkin itu perlu kajian yang lebih mendalam lagi.
Ada yang agak kontradiktif dalam peristiwa ini, karena sang pahlawan sesungguhnya masih misterius, jati dirinya masih simpang siur sehingga setiap waktu masih didiskusikan dan diseminarkan oleh para ahli dan akademisi, kemudian dari setiap seminar akan di hasilkan penemuan-penemuan baru...semuanya dihimpun,tanpa bisa disimpulkan dengan pasti, ini adalah fenomena.
Uniknya lagi banyak tempat yang mengaku bahwa sang pahlawan adalah dari daerahnya, tentu saja dengan bukti-bukti untuk memperkuat pendapatnya. Ada yang sepertinya ilmiah ada yang berdasar "otak-atik mathuk" alias "cocokologi" (di cocok-cocokan). Tidak salah memang, semua pihak boleh mengklaim daripada saling rebutan dan gontok-gontokan merasa teorinya yang paling benar.
Memang fatal karena sumber sejarah hanya ada satu-satunya, itupun versi lama yang sangat kental dipengaruhi versi kolonial. Pahlawan bagi kita adalah penjahat bagi penjajah, mungkinkah penjajah sebagai pihak yang kecolongan akan membuat cerita yang benar tentang sosok seorang pemberontak? mereka pasti akan sangat memperhitungkan reputasinya terhadap publik dan terutama dikalangan penguasa (atasan) kala itu, dan atas dasar itu tidak menutup kemungkinan cerita bisa dibolak-balikkan sesuai kepentingannya, apalagi sang pemberontak tidak tertangkap, maka lagi-lagi atas nama reputasi mereka harus mengorbankan siapapun untuk menutupi kelemahannya karena tidak mampu menangkap pemberontak yang sebenarnya. Atas tujuan apa sebenarnya pihak kolonial mendemonstrasikan hukuman gantung secara terbuka terhadap pemberontak? tentu saja untuk menimnulkan shock bagi masyarakat untuk tidak lagi berani memberontak, padahal bisa jadi yang digantung itu bukanlah pemberontak sebenarnya.
Sangat boleh jadi pemberontak aslinya masih hidup dan baik-baik saja berbaur dengan rakyat biasa, sebenarnya justru inilah hebatnya, inilah yang perlu dikagumi yaitu semangat perjuangan gerilya yang sungguh sangat rapih, perjuangan bawah tanah yang sangat rahasia, tidak menonjolkan diri, tidak memamerkan jasa, tidak minta dipuji, dan dipuja, ia melakukannya karena kewajiban dan tanggung jawab untuk membela diri dan mel;indungi rakyat, dan tanah airnya, dan saking rahasianya sehingga banyak orang terkecoh hingga dua ratus tahun lebih lamanya....

No comments:

Post a Comment