Ini penampakan di akhir bulan September 2023. Pohon musimku sedang berada pada fase gugur, bergerak perlahan menuju musim dingin, sebuah siklus yang lazimnya terjadi di wilayah lintang tinggi belahan selatan. Daun-daunnya meredup, sebagian telah jatuh, sebagian lagi bersiap melepaskan diri. Tidak tergesa, tidak melawan waktunya sendiri.
Menariknya, ia tumbuh di daerah tropis, berdampingan dengan tumbuhan tropis lainnya. Lihatlah pohon mangga yang mengapitnya, keduanya berdaun rindang, hijau pekat, bahkan sedang berbuah meski masih kecil-kecil. Kehidupan di sekitarnya riuh dengan tanda kesuburan, sementara pohon musimku memilih jalannya sendiri, setia pada ritme yang ia kenal.
Pohon musimku tidak berada dalam cakupan pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Ia tumbuh di tanah tropis, tetapi mengikuti siklus tumbuhan di daerah empat musim. Bukan karena menolak lingkungan, melainkan karena ia memiliki karakter dan identitas yang kuat. Ia tidak larut, tidak menyesuaikan diri demi seragam, dan tidak kehilangan dirinya sendiri.
Dari situ aku belajar: tidak semua yang hidup harus sama dengan sekitarnya. Ada yang tetap tumbuh dengan caranya sendiri, tenang, konsisten, dan utuh.
Selamat pagi, dunia.
No comments:
Post a Comment